How many lies in your angel eyes…
Tuesday, February 28th, 2006Harapan…
satu kata penuh makna dan arti.
Antara pelarian dari kenyataan yang terlalu pahit.
Atau sebuah optimisme berlebihan untuk menipu diri agar tetap berjuang kepada sebuah ketidak pastian.
Mungkin bagi beberapa orang, kalimat di atas hanya sebuah bacotan biasa. Pernyataan tanpa pengertian mendalam di dalamnya. Gw mungkin tipikal orang bego *uhh i should stop to say "stupid"* yang menulis dan mengatakan apa yang ada di kepala gw. Poem, kalimat quotes dan signature gw adalah inspirasi dari kejadian nyata yang sedang gw alamin. Karena gw sedang berusaha untuk jujur pada diri gw sendiri.
Banyak orang mempertanyakan setiap kalimat yang gw ucapin asalnya dari mana.
Dari hati.
Dari kepala.
Dari apa yang pernah gw alamin.
*silent*
How many lies in your angel eyes…
Ini sebetulnya status yM temen gw, dan gw suka kalimatnya…
Katanya, mata itu nggak isa berbohong. Ya, emang iya sih, mata itu nggak isa bohong. Matamu… malaikatku *ceilah* terlalu banyak kebohongan didalamnya. Tapi apa hak gw? Setiap manusia berhak menyembunyikan hal yang memang ingin ia sembunyikan. Tapi boleh gak sih gw berhasrat untuk membuka kebohongan dalam matanya?
Ngga.
hhh~~~…..
Jadi capek gw… Iya yah, kenapa gw harus memaksakan kehendak gw? Pacar bukan, oang yang penting buat dirinya juga bukan. Hhh… ada beberapa hal yang pengen gw denger langsung dari mulutnya. Bukan hanya sebuah bukti pencarian tapi juga sesuatu yang memang pasti. Apa yang dia inginkan… Apa yang dia butuhkan… Apa yang dia harapkan…
Tapi buat apa? Perjuangan gw, tanpa penghargaan… Apa orang itu ngecewain gw, nggak! Apa orang itu jadi beban buat gw? Ngga… sama sekali nggak. Toh emang dari awal seharusnya gw nggak meminta apapun dari dirinya. Perjuangan yang gw lakuin ini pun harusnya buat gw sendiri, iya kan.
Gw mencari pembenaran.
Bodohkan gw meminta sesuatu dari dirinya? Egois kah? Mungkin iya. Harapan… adalah mimpi. Dan mimpi belum tentu kenyataan. Dan mungkin nggak akan jadi kenyataan. Dan mungkin gw harus berhenti berharap.
Tapi gw nggak mau.
Keegoisan gw menang. Dan mungkin selalu menang. Kenapa gw begitu ingin memiliki dirinya? Kenapa gw begitu ingin mendapatkan dirinya?
For my angel… Gw selalu ingin.. Mata itu… mata mu… berpaling ke arahku.. Dan selalu menghadap ke arahku… Hhh~~ keegoisan gw, muncul lagi…
Baka…
Gw kan cuma orang yang baru dikenal kemaren sore. Orang yang nggak akan pernah bisa dia buat bahagia. Dan mungkin hanya orang yang selalu ia sangsikan kejujurannya…
Matanya yang berbicara….
Dan gw?
What must I do? Gw harus melakukan pencarian lagi dan lagi? Padahal apa yang gw cari itu nggak pasti? Hhh~~~ yang salah bukan dirinya… Yang salah [masih] gw. Dan kamu, malaikatku, nggak boleh benci pada dirimu sendiri, karena bukan kamu yang menjadi bebanku, bukan kamu yang mengecewakanku…..